IHSG Anjlok, Katanya Gak Ngaruh ke Hidup Kita?

Pernah nggak sih, kamu buka aplikasi investasi, berharap portofolio hijau segar, tapi yang muncul malah lautan merah?
Awalnya mungkin masih tenang, berpikir, “Ah, cuma koreksi kecil.” Tapi kalau yang turun 7.11% dalam sehari, itu udah bukan nyesek biasa, itu panik level dewa!
IHSG anjlok. Parah. Dalam sepekan turun 3.95%, sepanjang tahun ini udah longsor 11.61%. Bahkan pada 18 Maret 2025, IHSG sempat jatuh sampai 7.11% sebelum akhirnya dihentikan sementara (trading halt). Investor asing? Udah kabur dengan jualan saham senilai Rp30.82 triliun sejak awal tahun.
Tapi, kata beberapa pejabat, kita nggak perlu panik. Katanya ini cuma teknikal, pasar bakal pulih sendiri, dan lagi pula... "harga saham boleh naik turun, pangan aman, negara aman." Lah?
Nah, sekarang kita bahas: apa benar ini cuma masalah teknikal? Apa benar ini nggak ada efeknya buat kamu?
Market Efisien dan Kenapa IHSG Jatuh Itu Ada Artinya
Ada konsep di dunia keuangan yang namanya Efficient Market Hypothesis (EMH). Teori ini bilang kalau harga saham itu sudah mencerminkan semua informasi yang ada di pasar. Artinya, kalau IHSG jatuh sedalam ini, itu bukan cuma "pasar lagi jelek," tapi ada sesuatu yang bikin investor benar-benar khawatir.
Jadi kalau ada yang bilang "turun-naiknya IHSG nggak ada hubungannya sama ekonomi kita," ya... itu agak naif. Justru, IHSG ini alarm ekonomi.
Dan kalau alarm ini berbunyi kencang begini, kita wajib nanya: Apa yang bikin IHSG longsor sampai segitunya?
Kenapa IHSG Anjlok Parah?
IHSG turun bukan karena "pasar lagi jelek," tapi karena investor kehilangan kepercayaan.
1. Fundamental Ekonomi yang Makin Goyah
📉 Defisit APBN makin melebar, mencapai Rp31.2 triliun di Februari 2025.
📉 Penerimaan pajak turun 30% dibanding tahun lalu, tanda ekonomi riil melemah.
📉 Harga bahan makanan deflasi -0.7% menjelang Ramadan, ini langka dan menunjukkan daya beli masyarakat makin seret.
Ini tanda bahaya. Kalau daya beli turun, bisnis juga ikut lesu. Ujung-ujungnya, pertumbuhan ekonomi melambat, dan itu bikin investor makin pesimis.
2. Kekhawatiran Soal Danantara
Badan Pengelola Investasi (BPI Danantara) yang baru dibentuk masih banyak tanda tanya soal transparansi dan regulasinya.
Investor nggak suka ketidakpastian, apalagi kalau menyangkut pengelolaan dana besar. Kalau mereka merasa ada potensi risiko tinggi atau intervensi politik, mereka lebih pilih cabut sebelum ada masalah besar.
3. Investor Khawatir dengan Revisi UU TNI
Investor nggak cuma lihat angka ekonomi, tapi juga kestabilan regulasi dan politik. Nah, Revisi UU TNI yang belakangan ramai dibahas bikin tanda tanya besar:
- Apakah ini bakal mempengaruhi dunia usaha?
- Apakah ada risiko intervensi lebih jauh?
Jawaban-jawaban ini belum jelas. Dan buat investor, ketidakpastian = risiko terbesar.
4. Asing Kabur, Dana Ditarik Keluar
Dalam sehari, asing jual bersih Rp3.92 triliun.
Saham-saham raksasa yang biasanya jadi favorit investor asing malah ikut ambruk:
🔻 BBRI -9.42%
🔻 BBCA -6.54%
🔻 TLKM -8.27%
Ketika asing cabut, pasar kita jadi makin rentan. Likuiditas turun, volatilitas naik, dan makin banyak investor yang ikut panik jualan.
5. Penurunan Peringkat Saham RI oleh Goldman Sachs & Morgan Stanley
Dua lembaga keuangan global ini menurunkan rekomendasi investasi mereka terhadap Indonesia. Buat investor institusi, ini bukan sekadar opini, tapi sinyal buat cabut.
Saat bank investasi global menilai risiko Indonesia meningkat, manajer investasi besar langsung menyesuaikan portofolio mereka.
Hasilnya? Dana asing makin deras keluar, tekanan jual makin besar, IHSG makin tertekan.
6. Market Global Sebenarnya Baik-Baik Saja
📊 Straits Times (Singapura) dan KLCI (Malaysia) cuma turun tipis. Ini bukan krisis global, tapi masalah spesifik Indonesia.
📊 The Fed masih tahan suku bunga tinggi, tapi ini bukan berita baru.
📊 Kalau ini murni efek eksternal, negara lain harusnya terdampak juga, tapi mereka lebih stabil.
Jadi kalau ada yang bilang ini cuma efek eksternal, kok negara lain nggak sedalam kita turunnya?
Jadi, Memang Berpengaruh ke Kita?
Buat yang masih santai mikir "ah ini cuma angka-angka di layar bursa," coba pikirin ini:
📉 Duit investasi nyangkut – Banyak dana pensiun dan asuransi berbasis saham. Kalau pasar anjlok, nilai aset kelolaan juga turun.
👨💼 PHK bisa naik – Kalau investor kabur, perusahaan yang butuh pendanaan lewat pasar modal, melalui penerbitan saham biasa atau penerbitan obligasi, jadi kesulitan. Ujung-ujungnya? Pemotongan karyawan buat efisiensi.
💸 Nilai tukar rupiah terancam – Arus modal keluar besar-besaran bisa bikin rupiah melemah, yang berarti harga barang impor makin mahal.
💰 Pemerintah bakal cari duit lebih banyak – Kalau penerimaan pajak turun, jangan kaget kalau pajak makin agresif.
Jadi kalau kamu pikir ini cuma "koreksi biasa," ya... selamat! Kamu kena jebakan batman.
IHSG Bisa Pulih?
Teori market efisien sendiri masih jadi perdebatan. Ada yang bilang bahwa pasar itu selalu rasional dan mencerminkan informasi dengan akurat, tapi ada juga yang percaya bahwa emosi investor (panic selling, euforia, dll.) bisa bikin pasar overreact.
Kalau IHSG turun karena alasan teknikal semata, harusnya bisa pulih sendiri. Tapi kalau turunnya karena fundamental ekonomi yang bermasalah? Nah, ini yang lebih mengkhawatirkan.
Jadi, apakah IHSG bakal pulih cepat? Atau justru ini awal dari resesi kecil? Nah, pasar saham sering jadi barometer masa depan ekonomi. Kalau sinyal dari IHSG benar, siap-siap aja kehidupan nyata bakal makin terasa dampaknya.
Yang jelas, jangan gampang percaya kalau ada yang bilang ini "biasa aja." Karena sejarah sudah menunjukkan, krisis besar selalu diawali dengan alarm yang diabaikan.
Jadi, kamu masih yakin ini nggak ada pengaruhnya?
ARTICLE SOURCES
- "7 Fakta IHSG Ambruk dan Dihentikan Perdagangannya, Kronologi-Penyebab." Tim Redaksi CNBC Indonesia. (2025, March 19). Retrieved March 31, 2025, from https://www.cnbcindonesia.com/market/20250319051355-17-619780/7-fakta-ihsg-ambruk-dan-dihentikan-perdagangannya-kronologi-penyebab
- "Duh! IHSG Diprediksi Masih Suram, Tanda-tandanya Sudah Terlihat." Setiawati, S. (2025, March 23). Retrieved March 31, 2025, from https://www.cnbcindonesia.com/research/20250323133348-128-620968/duh-ihsg-diprediksi-masih-suram-tanda-tandanya-sudah-terlihat
- "Efficient Market Hypothesis (EMH): Definition and Critique." Downey, L. (2024, October 3). Retrieved March 31, 2025, from https://www.investopedia.com/terms/e/efficientmarkethypothesis.asp
- "IHSG Anjlok Imbas Danantara? Menteri Investasi Yakin Pasar Segera Pulih." Septian, A. (2025, March 6). Retrieved March 31, 2025, from https://kbr.id/berita/nasional/ihsg-anjlok-imbas-danantara-menteri-investasi-yakin-pasar-segera-pulih
- "Prabowo Colek Menteri: Yang Stres Saham Turun Hanya Beberapa di Antara Kalian." Anggrainy, F. C. (2025, March 21). Retrieved March 31, 2025, from https://news.detik.com/berita/d-7835107/prabowo-colek-menteri-yang-stres-saham-turun-hanya-beberapa-di-antara-kalian
- "Trading Halt Selesai Namun IHSG Masih Ambles, Terburuk di Asia?" (No Author). (2025, March 18). Retrieved March 31, 2025, from https://id.investing.com/news/stock-market-news/trading-halt-selesai-namun-ihsg-masih-ambles-terburuk-di-asia-2740065
Post a Comment